Menu Atas

Iklan

Minggu, 02 Agustus 2026, Agustus 02, 2026 WIB

Harga Daging Ayam di Pasar Rimo Aceh Singkil Naik, akibat nya pembeli membatasi pembelian

Iklan
Pajak mingguan di kecamatan Gunung meriah para pedang menjajakan ayam Ras 


ACEH SINGKIL | – Harga daging ayam di Pasar Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, naik dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga itu mulai berdampak pada pola belanja masyarakat dan pendapatan pedagang.


Khairum, pedagang daging ayam di Pasar Rimo, mengatakan sebagian pembeli kini mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. 


Jika sebelumnya banyak pelanggan membeli satu kilogram, kini sebagian hanya membeli setengah kilogram.


"Biasanya beli satu kilogram, sekarang banyak yang hanya beli setengah kilogram," kata Khairum, Ahad, 2 Agustus 2026.


Menurut dia, perubahan pola belanja tersebut membuat omzet penjualannya turun hingga sekitar 50 persen. 


Di sisi lain, pasokan ayam dari agen di sekitar Kota Medan juga berkurang. Dari permintaan 100 ekor, pemasok hanya mampu mengirim sekitar 50 ekor.


Khairum menduga kenaikan harga berkaitan dengan meningkatnya permintaan setelah kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. 


Selama masa libur sekolah, kata dia, harga daging ayam sempat turun menjadi Rp35 ribu per kilogram.


"Kami berspekulasi mungkin penyebabnya karena MBG kembali berjalan. Waktu libur sekolah harga turun, setelah anak sekolah masuk perlahan naik lagi menjadi Rp45 ribu per kilogram," ujarnya.


Meski harga naik, kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam masih relatif tinggi. Yanti, salah seorang pembeli di Pasar Rimo, mengaku tetap membeli daging ayam untuk kebutuhan keluarganya meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.


"Memang sempat Rp35 ribu, sekarang Rp45 ribu. Karena kebutuhan, saya tetap beli seminggu sekali," katanya.


Yanti berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap mampu memenuhi kebutuhan protein keluarga.


"Mudah-mudahan pemerintah bisa menstabilkan harga. Biar masyarakat, terutama yang ekonominya rendah, tetap bisa membeli," ujarnya.

Close Tutup Iklan